Rabu, 23 April 2014

DirJen PSDKP Melalui KP. Hiu 008 Menangkap Kapal Thailand Di Perairan ZEEI Selat Malaka

DirJen PSDKP Melalui KP. Hiu 008 Menangkap Kapal Thailand 
Di Perairan ZEEI  Selat Malaka


 Setelah beberapa hari yang  lalu, personel TNI Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Lhokseumawe dan Polres Aceh Barat menangkap kapal asal Thailand yang melakukan kegiatan penangkapa ikan di perairan Aceh Timur secara ilegal, kembali satu kapal perikanan asal Tailand ditangkap Kapal Pengawas Hiu 008 yang merupakan salah satu Kapal Pengawas Ditjen Pengawasan SDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan dinahkodai Hendra Wollah  pada hari Saptu tanggal 19 April 2014. Saat KP. Hiu 008 sedang melaksanakan Operasi Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan di sekitar perairan ZEEI Selat Malaka, Mendeteksi, Mengejar selanjutnya melakukan penghentian dan pereriksaan terhadap KM. KAKAP VI sesuai dengan nama kapal yang tercetak di dinding kapal.
apal tersebut tertangkap tangan sedang melakukan penangkapan ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP RI) 572, ZEEI Selat Malaka dengan menggunakan alat penangkap ikan Trawl, Penangkapan terhadap kapal yang sedang melakukan penangkapan ikan yaitu KM. KAKAP VI dengan Nahkoda Ni Kon  Warganegara Thailand dan sembilan Anak Buah kapalnya pada jam 18.25 WIB pada posisi 050 36.223’ LU - 0980 17.262’ BT.   Adapun barang bukti dari kapal KM. KAKAP VI ini adalah  satu unit kapal, satu unit jarring Trawl, satu unit GPS, satu unit Ecosounder, satu unit Icom, satu unit Radio Star dan ikan campur.

 
Menurut Nahoda KP. Hiu 008  Kronologis penangkapan KP. Hiu 008 sedang melaksanakan operasi rutin disekitar perairan ZEEI Selat Malaka, mendeteksi, mengejar dan menghentikan dan melakukan pemeriksaan terhadap kapal illegal fishing tersebut  dan telah melakukan tindak pidana perikanan. Setelah dilakukan penghentian dan pemeriksaan maka KM. Kakap VI analisis Yuridis melakukan pencurian ikan di Laut ZEEI Selat Malaka menggunakan Trawl tampa dilengkapi dengan dokumen, Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) dan Surat Izin Penangkap Ikan (SIPI)


 






Lebih lanjut menurut beliau mengatakan kapal tersebut dikawal ke Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan, Stasiun  Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Belawan untuk proses penyidikan lebih lanjut karena diduga melanggar Undang-Undang RI No. 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan, Tentang Perubahan atas Undang-Undang RI No. 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan.
etelah dilakukan serah terima tersangka dan barang bukti  pada hari Selasa tanggal 22 April 2014 jam 10.00 WIB dari Nahkoda KP Hiu 008 Hendra Wollah  pada Basri, A.Pi, M,Si Kepala Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan Dan Perikanan Belawan, maka selanjutnya akan dilakukan penyidikan atas dugaan tindakan illegal fishing yang disangkakan.
Sumber Berita: Stasiun Pengawasan SDKP Belawan




Selasa, 24 April 2012

Mangrove

Rehabilitasi Mangrove
Hutan bakau atau disebut juga hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu.
Ekosistem hutan bakau bersifat khas, baik karena adanya pelumpuran yang mengakibatkan kurangnya aerasi tanah; salinitas tanahnya yang tinggi; serta mengalami daur penggenangan oleh pasang-surut air laut. Hanya sedikit jenis tumbuhan yang bertahan hidup di tempat semacam ini, dan jenis-jenis ini kebanyakan bersifat khas hutan bakau karena telah melewati proses adaptasi dan evolusi.

Luas dan Penyebaran

Hutan-hutan bakau menyebar luas di bagian yang cukup panas di dunia, terutama di sekeliling khatulistiwa di wilayah tropika dan sedikit di subtropika.
Luas hutan bakau Indonesia antara 2,5 hingga 4,5 juta hektar, merupakan mangrove yang terluas di dunia. Melebihi Brazil (1,3 juta ha), Nigeria (1,1 juta ha) dan Australia (0,97 ha) (Spalding dkk, 1997 dalam Noor dkk, 1999).
Di Indonesia, hutan-hutan mangrove yang luas terdapat di seputar Dangkalan Sunda yang relatif tenang dan merupakan tempat bermuara sungai-sungai besar. Yakni di pantai timur Sumatra, dan pantai barat serta selatan Kalimantan. Di pantai utara Jawa, hutan-hutan ini telah lama terkikis oleh kebutuhan penduduknya terhadap lahan.
Di bagian timur Indonesia, di tepi Dangkalan Sahul, hutan-hutan mangrove yang masih baik terdapat di pantai barat daya Papua, terutama di sekitar Teluk Bintuni. Mangrove di Papua mencapai luas 1,3 juta ha, sekitar sepertiga dari luas hutan bakau Indonesia.
Perkembangbiakan
Adaptasi lain yang penting diperlihatkan dalam hal perkembang biakan jenis. Lingkungan yang keras di hutan bakau hampir tidak memungkinkan jenis biji-bijian berkecambah dengan normal di atas lumpurnya. Selain kondisi kimiawinya yang ekstrem, kondisi fisik berupa lumpur dan pasang-surut air laut membuat biji sukar mempertahankan daya hidupnya.
Hampir semua jenis flora hutan bakau memiliki biji atau buah yang dapat mengapung, sehingga dapat tersebar dengan mengikuti arus air. Selain itu, banyak dari jenis-jenis mangrove yang bersifat vivipar: yakni biji atau benihnya telah berkecambah sebelum buahnya gugur dari pohon.
Contoh yang paling dikenal barangkali adalah perkecambahan buah-buah bakau (Rhizophora), tengar (Ceriops) atau kendeka (Bruguiera). Buah pohon-pohon ini telah berkecambah dan mengeluarkan akar panjang serupa tombak manakala masih bergantung pada tangkainya. Ketika rontok dan jatuh, buah-buah ini dapat langsung menancap di lumpur di tempat jatuhnya, atau terbawa air pasang, tersangkut dan tumbuh pada bagian lain dari hutan. Kemungkinan lain, terbawa arus laut dan melancong ke tempat-tempat jauh.
Buah nipah (Nypa fruticans) telah muncul pucuknya sementara masih melekat di tandannya. Sementara buah api-api, kaboa (Aegiceras), jeruju (Acanthus) dan beberapa lainnya telah pula berkecambah di pohon, meski tak nampak dari sebelah luarnya. Keistimewaan-keistimewaan ini tak pelak lagi meningkatkan keberhasilan hidup dari anak-anak semai pohon-pohon itu. Anak semai semacam ini disebut dengan istilah propagul.
Propagul-propagul seperti ini dapat terbawa oleh arus dan ombak laut hingga berkilometer-kilometer jauhnya, bahkan mungkin menyeberangi laut atau selat bersama kumpulan sampah-sampah laut lainnya. Propagul dapat ‘tidur’ (dormant) berhari-hari bahkan berbulan, selama perjalanan sampai tiba di lokasi yang cocok. Jika akan tumbuh menetap, beberapa jenis propagul dapat mengubah perbandingan bobot bagian-bagian tubuhnya, sehingga bagian akar mulai tenggelam dan propagul mengambang vertikal di air. Ini memudahkannya untuk tersangkut dan menancap di dasar air dangkal yang berlumpur.
Peranan mangrove yang sudah menjadi sebuah hutan:
1.      Mengendalikan abrasi
2.      Menangkap sedimentasi
3.      Menyerap polutan
4.      Dan tempat hidup biota laut,seperti ikan, udang,kepiting.
  
Untuk menanaman mangrove sehingga dapat tumbuh lebat dan rapat, perhatian pertama yaitu :
1.      Status lokasi
Baiknya lokasi yang hendak ditanami jelas kepemilkiannya untuk menghindari terjadi perselisihan lahan dikemudian hari.
2.      Jarak penanaman
Penanaman yang terlalu rapat dapat menghambat pertumbuhan mangrove itu sendiri karena akar mangrove yang saling tumpang tindih untuk menyerap mineral,umumnya jarak penanaman bibit mangrove 3 x 3 atau 4 x 4
Lahan sudah diketahui maka selanjutnya persiapan bibit mangrove.baiknya bibit mangrove berasal dari buah pohon yang berusia lebih dari 10 tahun,seperti yang dilakukan oleh masyarakat lingkungan 20 Sicanang Medan. Buah yang sudah matang dicirikan dengan warna buah hijau tua atau kecoklatan, dengan kotiledon (cincin) berwarna kuning atau merah. Media yang digunakan untuk pembibitan adalah sedimen dari tanggul bekas tambak atau sedimen yang sesuai dengan karakteristik pohon induknya. Media dibiarkan selama kurang lebih 24 jam agar tidak terlalu lembek. Media tanam yang sudah disediakan, dimasukkan ke dalam kantong plastik hitam (polibag) berukuran lebar 12 cm dan tinggi 20 cm, yang telah diberi lubang keci-kecil kurang lebih 10 buah (Tomlinson, 1986).
IMG-20120315-00124.jpg            IMG-20120315-00126.jpg
   A.     Bibit Mangrove
 IMG-20120315-00125.jpg                                                                                     


IMG-20120315-00127.jpg
 
   
 Setelah bibit mangrove tumbuh menjadi anakan di polybag dapat segera dipindahkan ke lahan yang akan dihijaukan.jarak penamananakan di lingkungan 20 sicanang medan berukuran 3 x 3 meter,dimaksudkan untuk memberi ruang akar mangrove untuk dapat berkembang dan bercabang dengan baik. Saat menanam anakan pastikan lobang yang digali cukup dalam agar akar anakan tidak terhimpit yang dapat menggangu pertumbuhan baiknya ukuran lobang 1,5  kali lebih besar dari lingkar akar anakan yang akan ditanam. Anakan  yang telah ditanam di lahan perlu dirawat dengan cara disiram dan pembersihan manual agar tumbuh dengan baik dan menghindari penyakit atau pun hama yang mungkin menyerang.hama yang sering menyerang berupa kutu loncat yang menyerang daun mangrove dapat diatasi dengan rutin menyiram bibit dengan air payau.

  B.     Penanaman anakan mangrove
 

   C.     Akar mangrove yang terhimpit berbentuk huruf “J”


 









Sumber :
5 tahap rehabilitasi mangrove, www.mangroveactionproject.org,2011
Menanam bibit dilapangan www.wetlands.org
Tomlinson, P.B., 1986. The Botany of Mangroves. Cambridge UniversityPress.
http://id.wikipedia.org/wiki/Hutan_bakau

Selasa, 11 Januari 2011

Menuju Revolusi Sistem Kelistrikan


Jalan aspal untuk menghasilkan tenaga listrik melalui energi matahari                                                      crispgreen.com & goodcleantech.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Sementara banyak ilmuwan sibuk memikirkan solusi hemat energi listrik, ternyata Indonesia juga menjumpai fakta bahwa banyak kawasan di negeri ini yang belum terjangkau layanan listrik. Dr Taufik, profesor Indonesia yang berkarya di AS adalah salah satu yang tertarik untuk memecahkan masalah tersebut. Bukan dengan menemukan sumber energi baru, tetapi dengan membuat sistem baru dengan sumber energi dan teknologi yang telah ada.
"Kalau saya lebih tertarik dengan teknologi yang cepat bisa dikembangkan ya. Kalau harus menunggu puluhan tahun, itu terlalu lama. Lebih bagus yang mudah, sederhana dan cepat diaplikasikan," katanya di sela-sela International Summit Ikatan Ilmuwan Internasional Indonesia (I-4) di Jakarta, Kamis (16/12/2010).
Jadilah ia merencanakan program DC House yang akan dilaksanakan mulai bulan Januari nanti bersama para mahasiswanya. Prinsipnya, rumah tersebut menggunakan arus listrik DC, bukan AC seperti yang biasa digunakan.
"Arus DC ini memiliki kelebihan karena efisiensinya lebih tinggi. Kalau dalam arus AC, banyak energi yang terbuang selama ditransfer," ungkapnya. Dengan arus tersebut, efisiensi bisa ditingkatnya dari 5 hingga 10 persen yang berujung pada lebih hematnya listrik.
Penggunaan arus DC ini menurutnya bisa lebih fleksibel. Sumber energi bisa berasal dari mana saja, seperti hidropower, panel surya maupun angin, sesuai dengan potensi masing-masing daerah meski dikatakan bahwa panel surya adalah yang paling optimal.
"Bahkan yang paling hebat, kita bisa mentransfer energi dari manusia untuk listrik. Misalnya, orang yang bersepeda bisa mentransfer energinya di baterai, sehingga tersimpan dan bisa digunakan," ujar pria yang telah mengajar di AS selama 11 tahun.
Energi listrik yang dihasilkan dari tiap sumber akan ditransfer ke rumah lewat kabel. Sebelum sampai ke rumah, listrik yang dihasilkan akan melewati sebuah converter yang berperan untuk menstabilkan voltage yang awalnya naik turun sesuai dengan kemampuan sumber listrik memproduksi energi.
"Nah, di situlah keahlian saya," ujar Taufik yang memang menekuni bidang elektronika, terutama converter DC. Ia telah merancang converter DC yang digunakan untuk tank ABRAM milik AS dan pesawat F-37 serta baru saja meraih hak paten untuk converter buatannya.
Ketika energi listrik sampai di rumah, masih ada hal yang perlu diatasi. Pada sistem AC, setiap alat akan membutuhkan tegangan yang sama. Namun, pada sistem DC, tegangan yang dibutuhkan berbeda-beda sehingga harus ada penyesuaian.
"Kita akan mengembangkan juga stop kontak yang dilengkapi dengan sensor. Dengan itu, maka sistem listrik ini akan menyesuaikan kebutuhan setiap alat," ucap Taufik menguraikan solusi dari kendala pengembangan sistem DC ini.
Pada tahap awal, Taufik akan mengembangkannya dalam skala kecil. "Kita ujicobakan dulu pada satu rumah, menggunakan sumber energi yang sesuai. Nantinya kalau sudah berjalan akan dikembangkan dengan skala lebih besar," ujar Taufik.
Sebagai contoh, Taufik menjelaskan bahwa nantinya bisa dikembangkan semacam bus center, semacam tempat untuk mengumpulkan energi dalam komunitas tertentu, memungkinkan setiap orang untuk berbagi sumber energi ketika satu merasa kekurangan.
Muaranya adalah pada revolusi energi listrik. Sumber energi yang tadinya AC menjadi menggunakan DC. Kemudian, masyarakat yang terutama berada di daerah yang tak terjangkau listrik bisa mengupayakan listriknya dan berbagi untuk memenuhi kebutuhannya.
Untuk mewujudkannya, menurut Taufik tidaklah sulit. "Kita tidak mengembangkan teknologi baru tapi memanfaatkan yang sudah ada. Lampu DC, kulkas DC sekarang juga sudah ada. Jadi ini bisa cepat diaplikasikan," paparnya.
Taufik adalah seorang profesor di Department Electrical Engineering California Polytechnic State University di Amerika Serikat atau yang lebih sering disebut Calpoly. Ia menekuni bidang elektronika, terutama soal converter DC.
Ia adalah seorang pria berasal dari wilayah Tanjung Priuk, Jakarta. Sejak kecil, ia menghadapi keterbatasan listrik. "Dulu masih pakai lampu minyak tanah. Listrik pakai dari aki. Kalau akinya habis kita lagi nonton TV, layarnya jadi mengecil, harus lihat lebih dekat," ungkapnya sambil tertawa mengenang pengalamannya.
Lulus dari Cleveland, Ohio, saat ini, ia juga membantu beberapa perguruan tinggi untuk mendapatkan akreditasi ABET, sebuah akreditasi bergengsi dari Amerika dalam bidang pendidikan teknik.
Proyek DC House-nya yang akan dimulai Januari nanti akan mengambil Indonesia sebagai pilot project-nya. Esok, ia akan mempresentasikan idenya dalam pertemuan International Summit 2010 Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional dalam kluster elektronika.

Tahun Pembuktian "Partikel Tuhan"


Simulasi di dalam LHC.

Para ilmuwan optimistis akan berhasil menemukan "partikel Tuhan" pada tahun 2011. Peneliti yang bekerja di European Laboratory for Particle Physics di Jenewa, Christoph Rembser, menyatakan keyakinannya tersebut.
'Partikel Tuhan' telah diteliti kemungkinan keberadaannya semenjak 1964. Namun hingga kini belum ada ilmuwan yang dapat mendeteksinya. Partikel ini amat mendasar. Partikel inilah, yang menurut para ilmuwan, membentuk jagat raya.
Menurut perkiraan, partikel berukuran besar, bahkan melebihi besar partikel-partikel yang pernah ada. 'Partikel Tuhan' diduga kuat dapat memberikan massa kepada partikel-partikel lainnya sehingga partikel ini pun penting dalam sains.
Meski demikian, para ilmuwan masih gamang dalam memastikan sebesar apa partikel itu, bila itu benar ada. Yang jelas penelitian ini juga menjadi salah satu pekerjaan rumah teratas bagi mereka, setelah sekian lama.
"Paling tidak kami sudah memiliki persiapan cukup, akselerator dan detektor, segalanya telah diatur untuk mengukur dan mengamati," ujar Rembser. "Hanya sekarang tinggal menunggu apakah alam merestui kami."(National Geographioc Indonesia/Gloria Samantha)

Selasa, 04 Januari 2011

Mempercepat koneksi internet


Browsing Internet dengan kecepatan yang tinggi pasti sangat menyenangkan, berbagai cara dilakukan untuk mempercepat koneksi internet baik menggunakan software agar koneksi internet menjadi lebih cepat maupun menggunakan settingan tertentu yang diklaim bisa mempercepat koneksi internet.

Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat digunakan untuk mempercepat koneksi internet : 
A. Menggubah setting bandwith pada windows (Hanya kami uji pada Windows XP) .
Pada dasarnya OS windows sudah membatasi bandwidth untuk koneksi internet sebanyak 20% dari total bandwidth yang seharusnya bisa maksimal, jika netter ingin menambah bandwidth internet supaya koneksinya terasa lebih cepat dan kencang bisa dengan cara mengurangi atau mengosongkan batasan bandwidth tersebut supaya pada Windows kita bisa maksimal dalam menggunakan bandwidth yang sudah ada.

Ikuti petunjuknya seperti dibawah ini :
1. Klik Start
2. Klik Run
3. Ketik gpedit.msc
4. Kemudian klik Ok
5. Setelah masuk klik (buka) Administrative Templates
6. Kemudian klik (buka) Network
7. Setelah terbuka klik QoS Packet scheduler
8. Kemudian klik Limit Reservable Bandwidth
9. Dan setelah terbuka ubah setting menjadi Enable
10. Kemudian ubah Bandwidth Limitnya menjadi 0
11. Klik Apply, dan terus Ok
12. Kemudian keluar dan Restart komputer

B. Pakai browser Google Chrome atau Apple Safari
Versi terbaru dari browser Chrome dan Safari sangatlah cepat bila dibandingkan dengan Firefox ataupun Internet Explorer (sudah dicoba dan terbukti memang jauh lebih cepat). Saran saya pakailah Google Chrome karena selain cepat, Chrome lebih aman dibanding dengan Safari, walau dalam beberapa hal Safari kadang lebih cepat dari Chrome.
Kalau netter sudah terbiasa memakai Firefox dan tidak ingin beralih ke browser lagi, bisa tambahkan Add-on “Adblock” untuk memblok iklan, gambar, dan flash yang aktif. Ada beberapa Add-on lagi dari Firefox seperti NoScript yang bisa mempercepat akses internet, tapi sayangnya kalau kebanyakan Add-on justru, kadang malah memperlambat akses dari browser Firefox sendiri.
C. Perbesar cache browser hingga 5% dari kapasitas Harddisk atau 1 – 2 GB
Cara ini terbukti efektif untuk mempercepat akses browser. Logikanya adalah browser tidak perlu tiap kali loading gambar dan tetek bengeknya segala setiap kali berkunjung ke situs yang sudah pernah dikunjungi, karena kalau situs sudah pernah dikunjungi akan otomatis di-cache oleh browser. Cara ini hanya berlaku jika kapasitas harddisk netter cukup besar. Pada umumnya masing-masing browser ada yang bisa diset kapasitas cachenya, ada yang otomatis. Jika browser netter tidak ada pilihan set cache, artinya netter jangan sering-sering (atau tidak perlu) clear history di browser.

Sumber:Ketok.com